VIMAX
memek

CERITA DEWASA SPG PERAWAN MESUM

Sunday, April 10th, 2016 - Cerita Dewasa
ITIL Service

CERITA DEWASA SPG PERAWAN MESUM – Dulu aku pernah bekerja di swalayan sekitar Magelang, lebih dari 7 tahun, dulu awal bekerja aku hanya karyawan biasa, setelah tahun kedua aku naik ke posisi yang lumayan dibagian peneriamaan barang, nah sekitar setangah tahun ini aku dipindahkan ke lapangan di tempatkan di toko. Namaku Feri, ini kisahku cintaku dengan SPG, saat ini aku menikmati pekerjaan karena setiap harinya aku bisa melihat wanita SPG yang cantik yang bertugas di swalayan ini. Singkat cerita, dari banyaknya SPG yang bertugas, aku menaruh hati pada salah satu wanita yang wajahnya cantik dengan body yang istemewa banget.

Namanya Ria kira kira dia berumur 19 tahun, dengan tinggi 167cm ukuran dadanya 35B,kulitnya yang mulus,mantap deh menurutku, wanita idaman banget, gak basa basi aku langsung mendekatkan diri dengannya, kami mengobrol dia respect denganku, setiap hari kita hampir selalau bertemu, kedekatan kami menjadi nyata.

Tapi berhubung lokasinya di swalayan, aku juga harus menjaga image agar hal ini tidak sampai ke telinga atasanku. Sering pada jam makan aku memberinya cemilan ato makanan tambahan, dari sikapku itulah, timbul rasa simpati Ria terhadapku.

Jumat sore itu, ku dekatin Ria seraya berkata Yun, pulang nanti ku antar ya. Dan Ria pun mengganguk setuju.
Bayangkan, rasanya sudah ga sabaran menanti jam pulang kerja karena di otak-ku sudah tersusun beberapa rencana mantap, he..he
Ga tau kenapa belakangan ini selalu membayangkan mulusnya tubuh Ria, ga tahan pengen bngt menikmatinya.

Jam yg ditunggu pun akhirnya tiba, bergegas aku turun ke basement bawah mengambil motor kesayanganku. Kutunggu Ria di pinggir jalan pas pintu keluar dari mall. Ga lama ku liat Ria keluar bareng teman-nya 3 orang, dan begitu melihatku, dia pamitan duluan ama temennya di barengi canda teman-temannya yang usilin Ria.

Kuberikan helm dan Ria segera melompat duduk di sadel belakang sambil berpegangan pinggangku.
Yun,kita langsung pulang ato mau jalan2 dulu sambil cari makan? kataku kenceng.
Itu sih hanya pura-puraku saja, padahal udah banyak rencana di otakku ini, hehhee
Ternyata jawaban Ria bertepatan dgn keinginanku.
Kita jalan2 aja dulu baru ntar malam-an makannya ya.

Aroma wangi di tubuhnya serasa menimbulkan nafsuku, sehingga kupacu motor-ku semakin kencang. Ria memeluk pinggangku sehingga menempellah buah dadanya yang kenceng padat di belakang punggungku. Celanaku makin sesak.
Sengaja aku membawanya jalan ke pinggiran kota, biar segala rencanaku rampung. Setelah puas keliling, akhirnya sampailah kami di rumah makan yang bernuansa klasik dimana rumah makan tersebut mempunyai alun2 seperti pondok pribadi, jadi apa yang akan kulakuin nanti lebih privacy dan tertutup dari pandangan orang karena pondoknya memang bersekat.

Kamu pesan apa Ria? kataku mesra.
Ria pesan pecel lele aja bang.
Aku pun segera memesan pada pelayannya. Apa aja yang mau ditambah, kutambahkan aja sayuran laen biar banyakan, karena setelah makan nanti, aku juga mau makan lagi, tapi tentu makan menu yang ISTIMEWA nantinya, ha..ha
Karena sudah laper banget, kami makan dengan lahapnya sambil sekali kali kusuap nasi ke mulut Ria. Awal-nya dia keliatan malu, tapi akhirnya dia tertawa geli.

Selesai makan kami duduk ngobrol dan perlahan tapi pasti arah bicaraku memancing ke arah sex sambil tanganku merangkulnya.
Perlahan kucium bibirnya, hmmm, lidahku menjelajah ke dalam dan melilit lidahnya. Ria membalas dengan panasnya, sehingga penisku makin mencuat rasanya, akhhh, Ria mendesis nikmat.

Semakin kuberanikan diri dengan memasukkan tanganku ke dalam bilik baju seragam-nya dan kuraba payudaranya yang padat sekal.
Ria merintih nikmat merasakan belaianku pada payudaranya. Kusingkapkan BH-nya dan perlahan memelintir putingnya, ssshh Ria makin merintih. Aku semakin ga tahan. Ku keluarkan penisku yang sudah mengacung tegak dengan diameter 4cm panjang sekitar 17cm.

Ria terkejut sekali ketika melihat penisku yang mengacung tegak itu.
Ihh, gede banget punya abang, takut Ria bang. Ria blm pernah liat yang besar banget bang kata Ria.
Gak apa apa kok, Yun. Biasa aja lagi hehehe. Aku menjawab sekenanya.

Kembali kurangsang Ria dengan ciumanku, perlahan ke telinga dan turun ke leher. Ku kecup pelan penuh perasaan dan Ria semakin mendesah.
akhhh..bang… sstttttt,ouugghh. Ria semakin ga tahan. Perlahan kuraba pahanya yang terbuka dan segera jariku mendarat di ujung selangkanganya. CD-nya masih belum kuturunkan, cuma jariku hanya mengesek belahan vagina-nya. Ria mendesis lirih membuat aku semakin bergairah. Ada lendir basah mengalir merembes keluar. Ria semakin ga tahan sehingga tangannya menggengam penisku dan mengocok-ngocoknya.

Tiba-tiba kuhentikan serangan ku sehingga membuat Ria terpana heran, nafsunya yg udah di ubun-ubun terhenti seketika.
Ada apa bang? Tanya Ria memelas.
Sebentar ya say, jangan disini, bahaya, hehehe.. Jawabku.
Ria baru tersadar kalo kami masih di pondok rumah makan.
kita pulang aja ya bang, Ria takut kemalaman dan jujur Ria belum pernah melakukan yang seperti tadi. Ria takut bang. Pinta Ria.
Ok dech, kita pulang aja ya say. kataku membisik di telinganya.
Dalam hati aku merasa tanggung dan ku teruskan rencanaku. Kami merapikan pakaian kami masing-masing dan berjalan keluar.
Setelah menghidupkan motor-ku, kami melanjutkan perjalanan pulang, dan jam sudah menunjukkan pukul 21,20. Di tengah perjalanan,aku berpura-pura sakit perut.

Aduh say, sakit banget perutku habis makan tadi, aduh, ini sepertinya ga bisa lagi bawa motor.
Ria kebingungan melihat sikapku yang menahan sakit. Kita cari tempat istirahat bentar ya say, abang ga tahan lagi sakit banget perutnya
Ria berkata, Iyaa, udah bang kita cari tempat istirahat dulu, ntar kalau sakitnya ilang, baru jalan lagi.

Aku bersorak girang dalam hati siasatku berhasil ternyata. Ku pacu motorku ke arah motel yang ga jauh lagi lokasinya dan segera mengambil kamar.
Kita istirahat sebentar ya say, gapapa, jangan kuatir, ntar ga sakit lagi kita segera jalan ya say..
Ria hanya menganguk pelan karena khawatir dengan sakit ku.

Di dlm kamar aku segera merebahkan badan di tempat tidur sambil berpura-pura merintih memegang perutku, dan Ria semakin kuatir aja rasanya meliahat keadaanku. Kupanggil Ria mendekat dan kuminta dia mengelus elus perutku supaya agak reda sakitnya dan Ria menurutinya.
Enak banget pijitan Ria, sehingga mataku merem melek jadinya.

Tiba-tiba aku bangkit dan merangkul Ria. Ria terkejut sekali dan langsung ku dekap tubuhnya sambil ku cium bibirnya. Ria gelagapan sambil membalas ciumanku dan perlahan kembali kurangsang dan kucumbu Ria habis-habisan. Kubuka kancing baju Ria bagian atas dan kubelai dadanya segera. Ku cium perlahan putingnya dan sekali sekali kusedot. Sshhh. Ria mendesah nikmat.

Tanpa sadar kubuka seluruh pakaianya dan CD-nya sambil trs ku jilat lembut dadanya. Ku buka lebar kakinya mengangkang dan pelan-pelan ku elus lembut. Memeknya udah basah banget, licin lagi. Aku berkata kepadanya kalau aku suka bau memeknya Ria. Ria hanya tersenyum lirih.
Perlahan tapi pasti aku pun mengeluarkan Penis ku yang lumayan besar, den menyodor ke arah mulut nya. Dia malu-malu tapi mau menghisap penisku, dengan nikmat yang tak terhingga aku pun mengatakan kepadanya kamu sangat luar biasa Ria.. aahhh…

Sudah puas dengan kuluman bibir nya, aku pun beranjak bangun dan meraih tas kecil yang aku bawa. Ku keluarkan beberapa bungkus kondom berwarna hitam yang memang sudah aku persiapkan untuk situasi seperti ini. Sengaja aku beli banyak dan yang katanya bisa bikin tahan lama, karena aku ingin menikmati tubuh Ria sampai pagi.

Selesai memasang kondom, aku kembali mengelus memek nya yang begitu putih mulus dengan bulu yang jarang-jarang dan perlahan aku masukan penis ku ke memek nya. Aaahh sakit banggggg, pelann pelannn…. Teriak Ria lirih.
Dengan penuh kasihan, aku pun menggoyangkannya pelan. Sudah masuk separuh penisku ke dalam memek Ria.

Raut wajah Ria mulai berubah dari menahan sakit jadi menahan enak di selangkangannya. Aku pun dengan gairah yang sangat besar mulai menggoyangkan kembali penisku ke dalam memek Ria. Aahhhh, aaaahhh enak banggggg…. Aahhhhh terus banggg…. terusss… Racau Ria.
Sambil menggoyangkan penis, aku pun menyibukan diri mengulum dan menghisap habis toket Ria yang menggoda. Aku gigit gigit kecil putingnya sambil tanganku meremas toket yang sebelahnya. Ria semakin menjadi-jadi. Dijambaknya rambutku dengan kencang.

Aaahh, bang Feriiiii. Enaaaaakkkkk…..
Keringat bercucuran di badan Ria. Terlihat ia begitu menikmati goyangan penis aku di memeknya. Aku pun semakin cepat menggenjot memek Ria yang terasa begitu enaknya. Bang, Ria mau pipis bangggg…. Rintih Ria.
Pipisin aja, say. Gapapa kokkk… balas ku.
Terlihat tubuh Ria mengejang, matanya terbelak dengan mulut yang menganga menahan rintihan.
Ria keluar, bangggg…. Enakkk bangggg! Teriak Ria sambil menarik tubuhku agar penisku masuk semakin dalam ke memeknya yang berkedut kencang itu.
Nafas Ria tampak tersengal-sengal.

Cerita Dewasa | Tetangga Kost yang Haus Sex

Cerita Dewasa | Tetangga Kost yang Haus Sex

Bang, itu tadi apa bang? Kok enak banget bang? Tanya Ria dengan lemas.
Itu namanya orgasme, say. Enak kan? Tanya ku. Mau lagi gak?
Ria mengangguk pelan. Tapi kali ini Ria langsung bangkit dari tidurnya. Ia mendorong aku supaya tidur di kasur. Entah setan apa yang merasukinya, Ria yang polos mendadak jadi liar. Ria duduk diatas penis ku dan mengarahkan penis ku kedalam memeknya.
Blesssss, begitu penisku masuk seluruhnya ke dalam memek Ria, Ria terbelak dan langsung menaik turunkan pinggulnya supaya penisku dengan leluasa keluar masuk memeknya yang enak itu.

Uhhhh puasin Ria, banggg, puasin Riaiii. Riai sukaaaa….. Teriak Ria. Aku pun menikmati setiap desahan dan genjotan memeknya di penisku. Sampai 10 menit Ria menggenjot dan ternyata Ria akan segera mendapatkan orgasme lagi.
Bang, Riai keluar lagi banggggggg….Arrggggghh mppphh sssshhhh… aaaaaaaaaarggggg Ceracau Ria. Seketika Ria menggelinjang, tubuhnya yang bercucuran keringat langsung jatuh lemas diatas pelukanku. Sayangnya aku belum mau keluar juga. Kemungkinan keinginan aku menikmati Ria sampai pagi bisa tercapai kalau begini hehehe.
Aku mengambil alih lagi posisi diatas. Ria yang sudah tidak sanggup berkata dan berbuat apa-apa tidak lagi aku pedulikan. Sejurus cepat aku masukan kontolku ke dalam memek Ria lagi. Ku genjot dengan cepat supaya aku bisa keluar.
Aaaahhh, banggg, lemes bangggg… Rintih Ria memelas.

Aku tidak peduli, aku hanya memikirkan bagaimana caranya agar penis ini bisa mencapai klimaksnya.
Aku genjot terus memek Ria yang berkedut semakin cepat. Begitu enak rasanya desakan memek Ria pada penisku yang keluar masuk didalamnya.
Akhirnya, aku merasakan gelombang dorongan dari dalam penis yang memaksa keluar. Semakin mendekat, dengan cepat aku cabut penis dan kondom yang terpasang. Langsung aku arahkan penisku ke wajah Ria, dan crottt crottt aaargghhhhh.

Lima semprotan sperma dalam jumlah banyak memenuhi wajah dan mulut Ria yang terbuka karena menahan nikmat dari orgasme sebelumnya. Ria kaget begitu menerima spermaku yang banyak di wajah dan mulutnya. Tapi, bukannya marah, Ria malah menjilat semua sperma dan menelannya ke dalam mulut.
Bang, enak ternyata bang… Sini bang… Ria meraih penisku dan menjilatnya, membersihkan sisa sisa sperma yang tertinggal.
Gimana, Ria. Suka kan? Tanya ku lagi.

Ria mengangguk manja masih sambil sibuk menghisap penisku.
Malam itu aku terus menikmati tubuh Ria berkali-kali sampai pagi. Kitapun bolos kerja keesokan harinya karena badan yang terasa rontok karena permainan kami yang begitu liar.

Ria yang kalem pun berubah menjadi Ria yang haus penis dan sperma. Tak jarang kami mencuri waktu dan tempat hanya untuk saling memuaskan diri masing-masing. Pernah juga kami melakukannya di gudang barang setelah pulang kerja dan toko sudah tidak ada orang lagi.
Begitulah kisahku dengan Ria. Semoga bisa bantu crot semua suhu-suhu di sini.

Incoming search terms:

cerita gentok spg ,cerita ngentot cewek spg penjaga toko ,Cerita seks daerah terpencil kebun pisang ,ngentot di sawah dg istri orang

CERITA DEWASA SPG PERAWAN MESUM |
ITIL Service
memekngentot
| 4.5